
Selain gundik, kita juga mengenal apa yang disebut dengan selir atau wanita yang “diikat” oleh para raja Jawa (zaman feodal) sebagai istri yang ke sekian, setelah istri sah atau permaisuri. PokerOnline.
Sebenarnya bukan hanya Raja Jawa yang memiliki selir. Hampir semua raja di Nusantara, pada masa itu rata-rata memiliki selir dengan istilah yang berbeda-beda. Mereka adalah istri kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Artinya, praktik poligami sudah menjadi kebiasaan para bangsawan keraton.
Jumlah perempuan yang dipilih menjadi selir oleh seorang raja Jawa bisa mencapai puluhan. Mereka wajib menjalani hidup di sekeliling raja dengan tugas utama adalah untuk melayani dan membuat raja senang.
Bagi orang tua yang putrinya dipilih menjadi selir adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Tak jarang, abdi dalem justru sengaja mengirim anak gadisnya ke istana dengan maksud untuk menarik perhatian raja.
Ada juga putri raja di suatu kerajaan, sengaja diserahkan kepada raja di kerajaan lain untuk menjalin kekerabatan. Tentu saja selalu ada motif politis di balik praktik semacam itu.
Jadi, tidak mengherankan apabila ada seorang raja Jawa selain memiliki wilayah kekuasaan yang luas, juga memiliki permaisuri dan selir yang tidak sedikit.
Sebut saja contohnya adalah Sultan Hamengku Buwono II. Ia memiliki empat permaisuri dan 26 selir. Sementara itu, Pakubuwono X terkenal memiliki selir paling banyak yaitu mencapai 40 selir.
Sebagian orang menganggap apabila Sang Raja memiliki banyak selir, itu pertanda ia adalah raja yang perkasa, sakti, hebat, dan memiliki kekuasaan yang besar.
Namun, bukan berarti setiap perempuan cantik bisa menjadi selir raja. Ada tradisi tertentu yang ikut menentukan seorang perempuan layak dipinang oleh raja.
Untuk mengenal secara lebih jauh tentang sosok selir, berikut beberapa fakta penting seputar kehidupan para selir raja Jawa.
1. Selir bisa mengangkat derajat keluarga
Di zaman Jawa feodal, banyak orang tua dari rakyat jelata hingga bangsawan mengizinkan bahkan sengaja mengirim anak gadisnya ke istana dengan maksud untuk menaikkan derajat mereka.Putri terbaiknya dikirim kepada raja juga sebagai bukti kesetiaan mereka kepada Sang Raja. Apabila putri mereka terpilih menjadi salah satu selir raja, kedudukan mereka di dalam masyarakat akan semakin kuat.
Mereka rela melakukan semua itu lantaran ingin derajatnya semakin terangkat. Bagi rakyat jelata, akan membuat derajatnya setara dengan para bangsawan. Apalagi kalau selir tersebut bisa mengandung anak dari Sang Raja.
2. Selir harus memiliki keterampilan tertentu
Gadis-gadis yang ditawarkan keluarganya ke istana biasanya berusia 10-12 tahun. Sebelumnya, mereka akan mengikuti pelatihan menari, membatik, menenun, dan segala tradisi istana dengan segala tetek bengeknya. Keterampilan tersebut sangat penting sebagai bekal apabila ia terpilih menjadi selir.Apabila Sang Raja mulai terpikat, ia akan menyuruh punggawanya untuk menjemput dan membawa anak gadis itu ke kamar raja. Kalau hal itu terjadi, pertanda gadis belia tersebut dipilih menjadi selir.
Selanjutnya ia akan mendapatkan beberapa fasilitas khusus dari raja dan biasanya diperkenankan tinggal di rumah harem (rumah bagi para selir).
Berita tentang masuknya seorang gadis ke kamar raja akan membuat keluarga si gadis itu sangat bangga. Akhirnya, impian agar anak gadisnya berstatus selir bisa tercapai.

3. Selir bertugas untuk menyenangkan raja
Tugas selir berbeda dengan istri utama atau permaisuri. Istri permaisuri biasanya memiliki beberapa tugas dan wewenang yang jauh lebih besar.Ia bisa terlibat dalam kegiatan kerajaan termasuk dalam menjalin relasi dengan pihak-pihak di luar istana. Hal itu tergantung dari kehendak dan perintah Sang Raja.
Sementara tugas utama selir hanyalah untuk menyenangkan raja. Maka, apabila Sang Raja berkenan memasuki kamar si selir, itu pertanda Sang Raja membutuhkan penghiburan.
Dan bagi para selir apabila Sang Raja memasuki kamarnya, ia akan sangat tersanjung. Ia dipilih menjadi teman tidur dan itu merupakan anugerah tak ternilai harganya.
4. Daerah tertentu menjadi penghasil selir
Ada jurang perbedaan cara hidup antara rakyat jelata dengan para bangsawan. Dengan menjadi selir raja, maka hidup dan masa depan para gadis menjadi jauh lebih istimewa.Para selir akan mendapat fasilitas mulai dari tempat tinggal, pakaian, hingga makanan yang berlimpah. Dengan berkah itu, para selir bisa ikut membantu keluarga mereka yang hidup di luar istana.
Kondisi inilah yang menyebabkan banyak rakyat jelata mengincar posisi sebagai selir raja. Dengan dalih ingin mengabdi, rakyat jelata mengirim anak gadisnya untuk meraih impian hidup yang lebih menggiurkan.
Ada beberapa daerah yang biasa dikunjungi saat para raja Jawa saat ingin mencari gadis-gadis yang akan dijadikan selir. Daerah itu tersebar di pulau Jawa seperti di Malang, Blitar, Lamongan, Jepara, Wonogiri, Banyuwangi, dan sebagainya. SakongOnline.
(sumber asli artikel ini netralnews.com)
BBM : D88CBC90
WECHAT : inimaster
WHATSAPP : +85585754973
LINE : inimaster



0 Komentar